Menulis Cinta
Sejak
kapan aku tidak tahu, tapi yang jelas, dengan menulis aku bisa dengan mudah
menuangkan apa yang ada di otakku. ada saja yang aku tulis, entah itu tentang
diriku, kisah cinta, karangan fiktif, cerpen, dan masih banyak lagi. Sejak itu juga
aku seperti memiliki duniaku sendiri, dunia yang hanya ada aku dan laptop
kesayanganku. kadang aku meninggalkan teman-teman ku hanya untuk membuat satu
judul cerpen, kadang juga aku sengaja menempatkan diriku di tengah keramaian
dari orang-orang yang aku kenal dan aku tidak kenal.
Aku
dan temanku rio sering menghabiskan waktu senggang kami di sebuah cafe coffe di tengah kota, walau hanya
sekedar minum kopi bersama, namun ada saja yang aku dapatkan dari tempat itu. aku
dan rio memiliki hobbi yang sangat jauh berbeda, jika rio menyukai keramain dan
kebisingan, lain halnya dengan ku, aku lebih memilih kesunyian, dan sepi adalah
teman setiaku.
Jika
ada yang bertanya tentang teman hidup atau yang sering disebut oleh orang-orang
dengan pacaran, ya aku hanya diam saja, tidak ada gunanya menjawab semua
pertanyaan tersebut, cukup dengan memberi mereka senyuman dan mengalihkan topik
pembicaraan, seharusnya mereka mengetahuinya, bahwa aku masih merasa nyaman
dengan kesendirian ku. Aku sama sekali tidak memperioritaskan akan hal
tersebut, jadi biarkan semuanya berjalan apa adanya.
Setelah sekian lama Rio melihat
ku sendiri tanpa pasangan, akhirnya dia memberikan ku saran agar aku memikirkan
akan hal tersebut. “dik, sepertinya lo
harus mengganti gaya hidup lo deh, memangnya
tidak bosan hidup sendiri terus ? teman kita Mario yang tampangnya pas-pasan
saja bisa mendapatkan wanita cantik, sedangkan kamu ? tampang lumayan tapi
deketin wanita sepertinya anti sekali ?” ujar rio, “ nanti kalo ada yang pas”
jawab ku singkat, “tapi kapan ? sebentar lagi tahun baru loh, memang tidak
bosan dengan statusmu yang jomblo itu
? tinggal kamu loh dik yang belum punya.” bantah rio, karena dia sangat
berisik, maka aku pun menjawab “iya oke! nanti saya bawa wanita ke acara
tersebut, tapi inget, jangan tertawakan saya kalau saya menjadi canggung.”
timpa ku agar dia diam dan membiarkan ku fokus dalam tulisan ku ini.
Seminggu setelah itu, dan aku
merasa semua pekerjaan ku telah selesai, waktu kosong pun melanda ku dan aku
tiba-tiba linglung. Secara spontanitas aku pun meraih ponsel ku dan melihat
kontak teman-teman ku, barangkali ada dari mereka yang tidak memiliki pekerjaan
seperti ku, namun mereka semua sibuk oleh tugas mereka dan akhirnya bosan pun
melanda. Aku terdiam sambil memegang ponsel dan melihat salah satu kontak bbm yang aku tidak kenali namun ada di
dalam kontak ku. “Cantik”, adalah kata pertama yang aku ucapkan, dan langsung
saja aku coba untuk membuka obrolan, “Itu, foto kamu sedang berada di MetroTv
kah ?” kalimat tersebut adalah kalimat pertama yang aku lontarkan padanya, dan
sejak kalimat tersebut itu ada, kalimat demi kalimat pun muncul dengan
sendirinya, sampai pada akhirnya aku pun menjadi merasa nyaman berbincang
dengannya.
pertengahan desember 2013
merupakan awal mula perbincangan ku dengannya, kenyamanan semakin lama semakin
terasa, dan sampai pada akhirnya aku pun mulai terbiasa dengannya. Dari mulai senyu-senyum sendiri sampai tertawa
sendiri. Apa mungkin gelar “JOMBLO” ku disudahi dengan adanya dia? Aku tidak
tau tapi dengan adanya dia hidupku sedikit berwarna, dan aku tidak pernah
kehabisan kata untuk menulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar