Selasa, 13 Januari 2015

Menulis Cinta



Menulis Cinta
Sejak kapan aku tidak tahu, tapi yang jelas, dengan menulis aku bisa dengan mudah menuangkan apa yang ada di otakku. ada saja yang aku tulis, entah itu tentang diriku, kisah cinta, karangan fiktif, cerpen, dan masih banyak lagi. Sejak itu juga aku seperti memiliki duniaku sendiri, dunia yang hanya ada aku dan laptop kesayanganku. kadang aku meninggalkan teman-teman ku hanya untuk membuat satu judul cerpen, kadang juga aku sengaja menempatkan diriku di tengah keramaian dari orang-orang yang aku kenal dan aku tidak kenal.
Aku dan temanku rio sering menghabiskan waktu senggang kami di sebuah cafe coffe di tengah kota, walau hanya sekedar minum kopi bersama, namun ada saja yang aku dapatkan dari tempat itu. aku dan rio memiliki hobbi yang sangat jauh berbeda, jika rio menyukai keramain dan kebisingan, lain halnya dengan ku, aku lebih memilih kesunyian, dan sepi adalah teman setiaku.
Jika ada yang bertanya tentang teman hidup atau yang sering disebut oleh orang-orang dengan pacaran, ya aku hanya diam saja, tidak ada gunanya menjawab semua pertanyaan tersebut, cukup dengan memberi mereka senyuman dan mengalihkan topik pembicaraan, seharusnya mereka mengetahuinya, bahwa aku masih merasa nyaman dengan kesendirian ku. Aku sama sekali tidak memperioritaskan akan hal tersebut, jadi biarkan semuanya berjalan apa adanya.
                Setelah sekian lama Rio melihat ku sendiri tanpa pasangan, akhirnya dia memberikan ku saran agar aku memikirkan akan hal tersebut. “dik, sepertinya lo harus mengganti gaya hidup lo deh, memangnya tidak bosan hidup sendiri terus ? teman kita Mario yang tampangnya pas-pasan saja bisa mendapatkan wanita cantik, sedangkan kamu ? tampang lumayan tapi deketin wanita sepertinya anti sekali ?” ujar rio, “ nanti kalo ada yang pas” jawab ku singkat, “tapi kapan ? sebentar lagi tahun baru loh, memang tidak bosan dengan statusmu yang jomblo itu ? tinggal kamu loh dik yang belum punya.” bantah rio, karena dia sangat berisik, maka aku pun menjawab “iya oke! nanti saya bawa wanita ke acara tersebut, tapi inget, jangan tertawakan saya kalau saya menjadi canggung.” timpa ku agar dia diam dan membiarkan ku fokus dalam tulisan ku ini.
                Seminggu setelah itu, dan aku merasa semua pekerjaan ku telah selesai, waktu kosong pun melanda ku dan aku tiba-tiba linglung. Secara spontanitas aku pun meraih ponsel ku dan melihat kontak teman-teman ku, barangkali ada dari mereka yang tidak memiliki pekerjaan seperti ku, namun mereka semua sibuk oleh tugas mereka dan akhirnya bosan pun melanda. Aku terdiam sambil memegang ponsel dan melihat salah satu kontak bbm yang aku tidak kenali namun ada di dalam kontak ku. “Cantik”, adalah kata pertama yang aku ucapkan, dan langsung saja aku coba untuk membuka obrolan, “Itu, foto kamu sedang berada di MetroTv kah ?” kalimat tersebut adalah kalimat pertama yang aku lontarkan padanya, dan sejak kalimat tersebut itu ada, kalimat demi kalimat pun muncul dengan sendirinya, sampai pada akhirnya aku pun menjadi merasa nyaman berbincang dengannya.
                pertengahan desember 2013 merupakan awal mula perbincangan ku dengannya, kenyamanan semakin lama semakin terasa, dan sampai pada akhirnya aku pun mulai terbiasa dengannya. Dari mulai senyu-senyum sendiri sampai tertawa sendiri. Apa mungkin gelar “JOMBLO” ku disudahi dengan adanya dia? Aku tidak tau tapi dengan adanya dia hidupku sedikit berwarna, dan aku tidak pernah kehabisan kata untuk menulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar