Kemenangan
Pertama
Aku mulai menyukai
olahraga basket sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, dan sejak itu
juga aku barupertama kalinya menekuni sesuatu secara berlebihan. Aku dan
temen-teman ku berlatih setiap selasa dan minggu, kadang kami pun bermain pas
waktu istirahat sekolah kami. Waktu itu aku masih kelas 1 jadi lapangan sekolah
di dominasi oleh senior ku, mereka sangatlah ramah, sehingga aku sering sekali
di ajak bermain bersama oleh mereka.
Kenaikan kelas pun
tiba, dan aku telah lolos seleksi dari pelatih sekolah ku. Senior kelas 3 ku
pun sudah lulus dan itu berarti peluang untuk masuk tim utama telah terbuka
lebar. Aku dan teman-teman tim ku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk
memulai debut pertama kami melawan sekolah-sekolah hebat di kota ku.
Aku dan teman teman
ku berlatih dengan tekun, tidak ada hari tanpa memainkan bola, mesukan bola ke
dalam ring, dan kaki pun tidak pernah lelah untuk berlari mengerjar bola.
Dengan semua kerja keras aku dan teman-teman ku, 4 slot tim utama pun telah kami rebut, sisanya telah terisikan oleh
senior tingkat akhir.
Seminggu setelah
itu, aku dan teman-teman ku mendapatkan kesempatan pertama untuk mencicipi pertandingan
persahabatan di musim pertama semester. Aku sempat pesimis dan gerogi untuk
melawannya, sebab lawan kami adalah sekolah dengan predikat peringkat tiga di
kabupaten Bekasi. Mereka memiliki postur tubuh yang hampir di atas rata-rata anak
SMP, dan mereka semua adalah siswa kelas dua di sekolahnya.
Pertandingan pun di
mulai. Aku, ketiga teman ku dan 1 orang senior ku memulainya dengan penuh
semangat walaupun kami tahu tidak akan mudah untuk melawan mereka. Tidak akan
ada ampun, kami akan habis-habisan melawannya walaupun hanya pertandingan
persahabatan, karena ini adalah debut pertama ku dan teman-teman ku. Quarter pertama pun selesai dengan skor
4-15 dengan kekalahan dari tim ku, waktu istirahat dua menit pun dating, dan
pelatih kami tahu kalau kami sangat gerogi dan bermain tidak tenang. Untuk itu
pelatih mengganti kami dengan para senior agar aku dan teman-teman ku dapat
memahami situasi dan cara bermain di lapangan, apa yang harus di lakukan dan
apa yang tidak boleh di lakukan sampai quarter
kedua habis. Dan akhirnya kami pun mengerti akan sebuah ketenangan dalam
sebuah pertandingan, tidak perduli lawan kita kuat atau lemah, yang di perlukan
adalah mental dari sebuah tim dari masing-masing individu.
Quarter ketiga dan keempat adalah pertandingan ku dan teman teman
ku, skor diawal quarter ketiga adalah
35-30 untuk keunggulan kami, setelah peluit pertandingan di mulai, kami
langsung keluar menyerang dengan semangat, kami mempertaruhkan semua yang telah
kami latih, semua perjuangan yang telah kami rangkai sampai kami masuk kedalam
tim utama sekolah.
Pertandingan sangatlah berbeda
sejak kami memulai pertandingan, permainan dalam tempo cepat telah dimulai
sejak awal babak ini, selisih lima poin kami tidak berubah sedikit pun, sampai akhir babak
ketiga skor 47-42, pertahanan kami sangatlah kokoh di bawah ring karena senior
kami, kami tidak di gantikan oleh pelatih itu berarti pelatih telah mempercayai
kami dengan sepenuhnya. Babak keempat pun di mulai dan kami sangat percaya diri
dengan kondisi dan semangat yang tidak berkurang sedikit pun, pertahanan dan
penyerangan kami yang lebih kuat dari sebelumnya, keyakinan dan optimis akan
kemenangan telah tertanam dalam mental tim, sampai akhir pertandingan kami
menang dengan skor yang tidak jauh berbeda yaitu 67-60.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar