Selasa, 13 Januari 2015

Kemenangan Pertama



Kemenangan Pertama
                Aku mulai menyukai olahraga basket sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, dan sejak itu juga aku barupertama kalinya menekuni sesuatu secara berlebihan. Aku dan temen-teman ku berlatih setiap selasa dan minggu, kadang kami pun bermain pas waktu istirahat sekolah kami. Waktu itu aku masih kelas 1 jadi lapangan sekolah di dominasi oleh senior ku, mereka sangatlah ramah, sehingga aku sering sekali di ajak bermain bersama oleh mereka.
                Kenaikan kelas pun tiba, dan aku telah lolos seleksi dari pelatih sekolah ku. Senior kelas 3 ku pun sudah lulus dan itu berarti peluang untuk masuk tim utama telah terbuka lebar. Aku dan teman-teman tim ku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk memulai debut pertama kami melawan sekolah-sekolah hebat di kota ku.
                Aku dan teman teman ku berlatih dengan tekun, tidak ada hari tanpa memainkan bola, mesukan bola ke dalam ring, dan kaki pun tidak pernah lelah untuk berlari mengerjar bola. Dengan semua kerja keras aku dan teman-teman ku, 4 slot tim utama pun telah kami rebut, sisanya telah terisikan oleh senior tingkat akhir.
                Seminggu setelah itu, aku dan teman-teman ku mendapatkan kesempatan pertama untuk mencicipi pertandingan persahabatan di musim pertama semester. Aku sempat pesimis dan gerogi untuk melawannya, sebab lawan kami adalah sekolah dengan predikat peringkat tiga di kabupaten Bekasi. Mereka memiliki postur tubuh yang hampir di atas rata-rata anak SMP, dan mereka semua adalah siswa kelas dua di sekolahnya. 
                Pertandingan pun di mulai. Aku, ketiga teman ku dan 1 orang senior ku memulainya dengan penuh semangat walaupun kami tahu tidak akan mudah untuk melawan mereka. Tidak akan ada ampun, kami akan habis-habisan melawannya walaupun hanya pertandingan persahabatan, karena ini adalah debut pertama ku dan teman-teman ku. Quarter pertama pun selesai dengan skor 4-15 dengan kekalahan dari tim ku, waktu istirahat dua menit pun dating, dan pelatih kami tahu kalau kami sangat gerogi dan bermain tidak tenang. Untuk itu pelatih mengganti kami dengan para senior agar aku dan teman-teman ku dapat memahami situasi dan cara bermain di lapangan, apa yang harus di lakukan dan apa yang tidak boleh di lakukan sampai quarter kedua habis. Dan akhirnya kami pun mengerti akan sebuah ketenangan dalam sebuah pertandingan, tidak perduli lawan kita kuat atau lemah, yang di perlukan adalah mental dari sebuah tim dari masing-masing individu.
                Quarter ketiga dan keempat adalah pertandingan ku dan teman teman ku, skor diawal quarter ketiga adalah 35-30 untuk keunggulan kami, setelah peluit pertandingan di mulai, kami langsung keluar menyerang dengan semangat, kami mempertaruhkan semua yang telah kami latih, semua perjuangan yang telah kami rangkai sampai kami masuk kedalam tim utama sekolah.
                Pertandingan sangatlah berbeda sejak kami memulai pertandingan, permainan dalam tempo cepat telah dimulai sejak awal babak ini, selisih lima poin kami  tidak berubah sedikit pun, sampai akhir babak ketiga skor 47-42, pertahanan kami sangatlah kokoh di bawah ring karena senior kami, kami tidak di gantikan oleh pelatih itu berarti pelatih telah mempercayai kami dengan sepenuhnya. Babak keempat pun di mulai dan kami sangat percaya diri dengan kondisi dan semangat yang tidak berkurang sedikit pun, pertahanan dan penyerangan kami yang lebih kuat dari sebelumnya, keyakinan dan optimis akan kemenangan telah tertanam dalam mental tim, sampai akhir pertandingan kami menang dengan skor yang tidak jauh berbeda yaitu 67-60.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar