Kelulusan
Tahun terakhir ku di masa putih abu-abu
sangatlah indah, semua yang kita dapat ada di masa ini,, persahabatan,
persaudaraan, cinta, kasih sayang, tangis, musuh, semuanya ada di masa putih
abu-abu. Aku berada di kelas 12 ipa 1 dimana semuanya terasa indah dan nyaman.
Aku dan sahabat-sahabat ku selalu berbagi cerita dalam suka maupun duka,
hari-hari yang aku lewati tidak pernah terlewatkan tanpa tawa dari mereka
semua.
Kita mulai dari hari senin.
Seperti biasanya, hari senin selalu di awali dengan upacara pengibaran bendera,
dan aku selalu berada di barisan kedua dari depan, dan yang berada di depan ku
adalah teman dekat ku bernama Ilham, sedangkan temann-teman ku yang lainnya
berada di barisan belakang, sebab mereka terlalu tinggi untuk berada di barisan
depan. Setelah upacara selesai jam olahraga kami pun tiba, semuanya memakai
pakaian olahraga dan kami pun berolah raga dengan candaan dan tawa yang membuat
kami semuanya tampak releks, setelah
semuanya selesai guru kami pak Asep namanya, selali meluangkan waktu 30 menit
untuk mengganti pakaian kami dengan seragam putih abu-abu, namun aku dan
teman-teman ku justru sebaliknya, waktu tersebut selalu kami gunakan untuk
bermain futsal di lapangan sekolah, dan bermain sampai bel pergantian jam
berganti da akhirnya aku dan sepuluh orang lainnya tidak mengganti pakaian
kami, melainkan melanjutkan pelajaran dengan memakai seragam olahraga kami.
Jam pelajaran kedua pun telah
usai dan itu berarti waktu istirahat pun tiba dan kami melanjutkan permainan
futsal kami yang tertunda, namun permainan kali ini berbeda sebab kami bermain
dengan kelas lain, dan waktu istirahat seperti ini selalu kami lakukan setiap
hari sebelum Ujian Nasional (UN) di laksanakan. Teman ku Maharani, dia selalu
rajin menghitung tanggal UN sejak H min (H-) 300 sampai seminggu sebelum UN di
laksanakan, tetapi ada salah satu teman ku yang selalu mencairkan suasana yaitu
Rangga, setiap hari dia lah yang datang paling pagi daripada yang lainnya,
kebiasaannya adalah dating pagi-pagi, kemudian menyalakan computer dan memular
music hiphop, sehingga setiap penghuni kelas yang baru datang akan bersemangat
dan memulai hari dengan keceriaan.
Segalanya telah kami lewati
dengan keceriaan, kegembiraan, walau terkadang sedikit gesekan teman-teman ku
menghiasi atmosfer kelas kami tapi kesolidaritasan kami sangatlah tinggi. Jadi
kami selalu berfikir dewasa dan tidak pernah memperpanjang masalah.
Hari Ujian pun telah di mulai
dan semuanya sangat antusias dengan hari itu. Setiap aku bertanya pada mereka
“apakah sudah belajar? “ mereka semua menjawab dengan kompak yaitu itu “tidak
sama sekali” , dan aku pun sama seperti mereka. Malam sebelum ujian dimulai aku
dan kawan-kawan ku hanya bermain permainan di laptop, sama sekali jauh dari
kata belajar. Namun hanya dengan bermain aku dan kawan-kawan ku bias berfikir
lebih jernih dari biasa, apalagi jika harus berhadapan dengan ujian yang setiap
siswa tunggu dan sangat membebani seluruh siswa di seluruh Indonesia. Tujuh
hari kami menjalankan ujian nasional dan semuanya berbuah manis. Aku dan
teman-teman ku masuk daftar sepuluh bersar nilai ujian terbaik di sekolahku,
padahal kami tidaklah belajar sama sekali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar