Selasa, 13 Januari 2015

Profilku



Profilku
                Bramandika kusuma wijaya adalah nama lengkap ku, aku adalah anak kedua dari dua bersaudara dari keluarga bapak Haryadi. Kakak ku bernama ayu melia wijaya, dan ibu ku bernama Kusmiati. kami adalah keluarga kecil yang sangat demokratis, segala sesuatu harus di musyawarahkan terlebih dari, mulai dari hal kecil sampai hal besar sekali pun.
                Dulu aku tinggal didaerah Jakarta timur hingga pada tahun 2000 kami memutuskan pindah rumah ke daerah Bekasi, waktu itu aku duduk di kelas 1 sd caturwulan ketiga, dulu sistem pendidikan indonesia masih menggunakan caturwulan, sedangkan sekarang menggunakan sistem semester. aku di sambut dengan teman-teman kelas dengan antusias, karena aku anak pindahan dari Jakarta. mereka sangat ramah padaku hingga menginjak bangku kelas enam dan lulus ujian nasional dengan nilai yang lumayan bagus. Setelah lulus di bangku SD, aku pun melanjutkan sekolah menengah pertama (SMP) di salah satu SMP bonafit.
                Hari pertama masuk sekolah, aku hanyalah anak ingusan yang mudah sekali di Bully oleh teman-teman kelas ku. namun aku tidak putus asa, hingga akhirnya aku tertarik akan ekskul basket di sekolah ku. kelas tujuh adalah debut pertama ku di karir basket SMP ku, dan pada kelas delapan semester satu aku sudah masuk dalam daftar tim inti basket sekolah ku, dan mewakili sekolah ku di kejuaraan besar tingkat kabupaten Bekasi. namun karena ketatnya persaingan antar seklah yang sangat ketat, sekolah ku hanya mampu sampai babak semifinal dan gagal menjadi juara satu. setelah itu aku dan teman-teman tim ku berlatih sungguh-sungguh hingga kami lulus dan menghadiahkan sekolah kami sebuah piala paling bergengsi di kabupaten Bekasi. ujian nasional pun telah selesai dan aku lulus dengan nilai yang sanyat memuaskan.
                Masa SMA pun telah tiba, masa dimana siklus hidup sebagai seorang ABG di lalui, masa dimana aku mengenal cinta, persahabatan, dan persaudaraan. aku tetap masuk dalam eskul basket sekolah, dan itu membuatku banyak di kenal oleh teman-teman sekolah yang bahkan aku tidak kenal. Semuanya sangatlah indah sampai waktu memisahkan semuanya. sahabat-sahabatku, akan pasti akan meneruskan pendidikan mereka di perguruan tinggi. Dan aku pun begitu, aku meneruskan jenjang perguruan tinggi ku di Universitas Gunadarma.
                Dibangku perkuliahan, aku memiliki organisasi kampus yang hampir setiap bulannya memiliki jadwal yang segudang. dari pertama kali aku menyentuk dunia pendidikan hingga saat aku  memasuki perguruan tinggi, masa sibuk pun datang dan aku pun selalu di banjiri oleh jadwal yang sanagt tidak bisa di prediksi. Kadang aku harus ekstra menjaga kondisi agar semuanya kegiatan ku menjadi lancar. di dunia perkuliahan sering sekali kita menemui banyak kendala, dari mulai matakuliah yang sulit, hingga tugas kuliah yang terkadang membuat aku gundah gulana. namun itu lah dunia perkuliahan, mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus menerimanya dengan lapangdada.

               

Cerita Cinta



Cerita Cinta
Siang yang sangat panas kota Bekasi membuat aku dan temanku Reno memutuskan untuk bersinggah sebentar di sebuah mall besar di dekat kampus. aku langsung membelokkan kendaraanku untuk memasuki mall tersebut. sesampainya disana kami langsung menuju  tempat yang sering kami datangi dan memesan minuman. Kami adalah teman dekat dan kami selalu berbagi cerita, mulai dari cerita tentang masalah dia dengan kekasihnya, sampai cerita tentang masalah pribadi kami berdua. aku belum memiliki pasangan waktu itu, jadi aku hanya mendengarkan dia bercerita saja seharian. sampai pada akhirnya dia bilang ” dik, kapan mau punya pacar ? “ aku hanya menjawab “ nanti, kalo udah ketemu yang pas “ Reno menjawab “ Dari sebulan yang lalu kayanya jawabannya hanya itu itu saja, memang tidak bosan sendiri terus ? sebentar lagi kan tahun baru, masa tahun baru sendirian terus ? ” dan saya pun hanya tersenyum saja.
                kami berbicara panjang sampai akhirnya waktu pun mengajak kami untuk kuliah dan kembali ke kampus, kami mendapatkan waktu kuliah sore hari dan kebetulan langit pun lumayan bersahabat, sudah tidak panas lagi melainkan berawan dan cenderung mendung, aku langsung saja pergi kekampus dengan terburu-buru karena khawatir akan hujan.
                Malam harinya, terpikir juga oleh ku akan pertanyaan reno tadi siang. Sudah setahun aku sendiri, padahal banyak wanita yang dekat dengan ku, tapi sampai saat ini belum terpikir oleh ku untuk menjadikan mereka pacar ku. Kesibukan ku akan kuliah dan basket membuatku tidak terpikir akan hal tersebut, itu lah alasan ku untuk tidak pacar sebelum menemukan yang pas.
                sampai pada suatu malam, aku merasa semua pekerjaanku telah selesai dan tidak ada jadwal latihan basket, sehingga bosan pun mendesak ku untuk mengecek kontak smartphone blackberry ku. Ada satu sosok yang asing bagiku, aku pun belum pernah mengenalnya, sampai ada inisiatif dari kepala ku untuk memulai obrolan via bbm (blackberry messanger), aku bertanya padanya “ itu foto kamu lagi di metro tv ya ? “ hanya kalimat tersebut yang aku lontarkan padanya. aku memang tidak memiliki skill untuk berkenalan dengan banyak wanita seperti reno, bisa di bilang aku lah yang paling payah dalam urusan tersebut.
                kami ngobrol via chat  bbm sampai malam dan kebetulan dia lagi di jalan jadi anggap saja aku sambil menemaninya sewaktu dia dijalan pulang. entah kapan akhirnya yang jelas aku tertidur di tengah obrolan menarik kami seputar dunia enterteiment. pagi harinya aku sempat lupa akan obrolan semalam, hingga teman ku Reno bertanya pada ku, “ gimana ? udah ketemu yang pas belum?” , aku terdiam sejenak dan berfikir, apakah Reno yang menaruh kontak wanita itu di ponsel ku ? masih tanda tanya memang, namun ya aku jawab saja sambil tersenyum“sepertinya akan ada yang pas buat ku nanti, bukan sekarang. “  Reno bertanya lagi “ kapan mau ketemu dengannya ? jangan lama – lama, nanti di ambil orang loh.” aku hanya senyum dan berkata “ nanti , tunggu saja tanggal mainnya, kami baru kenal no, dan masih jauh juga kan malam tahun baru? jadi liat saja nanti.”
                seiring berjalannya waktu aku pun merasa nyaman pada wanita ini, namun untuk malam tahun baru, sepertinya tidak untuk dia. Lama-lama kami menjadi dekat dan akhirnya aku dan dia sama – sama meliki perasaan yang sama, singkat memang, namun itulah yang terjadi sekarang. awal tahun 2014 tepatnya tanggal 12 januari 2014 adalah hari yang paling istimewa untuk kami berdua, karena pada saat itu, kami pun resmi menjadi sepasang kekasih. hingga saaat ini 12 oktober 2014 kami sudah 9 bulan pacaran. Hingga akhir kamu putus.                                                        

PH (Play Hour)



PH (Play Hour)
                PH adalah salah satu club basket terkuat di kota bekasi, sejak aku bergabung dengan club tersebut, kami sudah memenangkan banyak kejuaraan tingkat kota maupun propinsi. club basket ini terdiri dari 3 tim, yaitu tim a yang merupakan andalan club dan menjadi tim saya , tim b yang merupakan pelapis dari tim jika jadwal pertandingan bentrok dan menjadi tim yang main di defisi 1 kota bekasi , kemudian tim c yang merupakan tim yang isinya adalah member yang baru saja bergabung dengan club.
                aku dan keenam teman setim ku selalu berlatih bersama setiap harinya, walaupun kami tidak berada dalam sekolah SMA yang sama, namun jadwal latihan kami tidak pernah terganggu dan kami selalu on time dalam latihan. danang, fikri, dan melvin adalah andalan kami dan mereka sudah mengenal satu sama lainnya sejak di bangku SMP. Sedangkan aku, bisa di bilang anggota baru dalam tim a, sebelumnya aku bermain untuk tim b.
                kejuaran Liga Basket antar Pelajar tingkat SMP, SMA, dan Club bulan depan adalah kejuaraan terakhir kami bersama PH, sebab kami berenam sudah memutuskan untuk pindah dari club, dan ada sebab lainnya yaitu dengan berpindah tangan kepengurusan lama ke pengurusan yang baru sehingga pelatih dan official tim memiliki perubahan, sehingga club secara keseluruhan telah di rombak oleh kepengurusan yang baru.
                singkat cerita, pertandingan hari pertama telah kita lalui dengan kemenangan telak dari tim lain, kemenangan demi kemenangan telah kita lalui dengan mudah hingga kami tiba di babak semi-final. semi-final ini mempertemukan 4 tim terkuat di Bekasi yang selalu haus akan tropy kemenangan, tim kami PH melawan tim Virus yang merupakan tim musuh bebuyutan selalu menampilkan pertandingan yang menarik, permainan yang cepat dan keras selalu menghiasi menit demi menit pertandingan, sampai pada akhirnya tim kami menang tipis 66­ – 67 dari tim Virus dan menempatkan kami ke puncak turnament melawan tim terkuat nomor 2 di bekasi yaitu tim Flame.
                hari puncak pun tiba, kami disambut dengan antusias oleh penonton yang mendukung kami dan tim lawan. kami (PH dan Flame) selalu bertemu di setiap final kejuaraan apa pun dan selalu menang bergantian, pertandingan bulan lalu adalah kemenangan buat Flame dan kami tidak akan membiarkan mereka menang lagi di final ini. jump Ball tanda quarter pertama telah dimulai, dan kami bermain sama agresifnya. kami yang hanya berenam melawan mereka yang memiliki pemain yang lengkap tidaklah mudah melawannya. Kami mati-matian berjuang demi kemanangan kami, hingga 3 menit waktu yang tersisa pada quarter empat aku mendapatkan empat pelanggaran yang membuat seluruh teman ku frustasi dan kehabisan akal.
3menit adalah waktu yang lama, skor sementara adalah imbang 53 - 53 , pelatih ku meminta time out dan menginstruksikan teman - teman ku untuk bermain lepas dan tetap konsentrasi dalam pertandingan. pertandingan dimulai dan permainan sengit pun dimulai, aku yang hanya bisadiam di bangku cadangan harus bersabar menunggu menit-menit terakhir pertandingan agar aku bisa dimainkan, semua harapan tim ada di teman - teman ku yang sedang bertahan dan menyerang dilapangan, hingga saat – saat aku di mainkan kembali pun telah tiba. 50 detik terakhir yang membuat semua orang bingung akan siapakah yang akan menang dalam pertandingan ini. hingga 10 detik terakhir skor di ungguli oleh Flame dengan 75 – 77, hingga 3 detik terakhir aku mendapat kesempatan untuk menembak dari luar garis 3poin, dan keputusan ku adalah menembak bola tersebut, tapi ternyata bolanya tidak masuk kedalam ring. Skor akhir adalah 75 – 77 untuk Flame.

Kelulusan



Kelulusan
                Tahun terakhir ku di masa putih abu-abu sangatlah indah, semua yang kita dapat ada di masa ini,, persahabatan, persaudaraan, cinta, kasih sayang, tangis, musuh, semuanya ada di masa putih abu-abu. Aku berada di kelas 12 ipa 1 dimana semuanya terasa indah dan nyaman. Aku dan sahabat-sahabat ku selalu berbagi cerita dalam suka maupun duka, hari-hari yang aku lewati tidak pernah terlewatkan tanpa tawa dari mereka semua.
                Kita mulai dari hari senin. Seperti biasanya, hari senin selalu di awali dengan upacara pengibaran bendera, dan aku selalu berada di barisan kedua dari depan, dan yang berada di depan ku adalah teman dekat ku bernama Ilham, sedangkan temann-teman ku yang lainnya berada di barisan belakang, sebab mereka terlalu tinggi untuk berada di barisan depan. Setelah upacara selesai jam olahraga kami pun tiba, semuanya memakai pakaian olahraga dan kami pun berolah raga dengan candaan dan tawa yang membuat kami semuanya tampak releks, setelah semuanya selesai guru kami pak Asep namanya, selali meluangkan waktu 30 menit untuk mengganti pakaian kami dengan seragam putih abu-abu, namun aku dan teman-teman ku justru sebaliknya, waktu tersebut selalu kami gunakan untuk bermain futsal di lapangan sekolah, dan bermain sampai bel pergantian jam berganti da akhirnya aku dan sepuluh orang lainnya tidak mengganti pakaian kami, melainkan melanjutkan pelajaran dengan memakai seragam olahraga kami.
                Jam pelajaran kedua pun telah usai dan itu berarti waktu istirahat pun tiba dan kami melanjutkan permainan futsal kami yang tertunda, namun permainan kali ini berbeda sebab kami bermain dengan kelas lain, dan waktu istirahat seperti ini selalu kami lakukan setiap hari sebelum Ujian Nasional (UN) di laksanakan. Teman ku Maharani, dia selalu rajin menghitung tanggal UN sejak H min (H-) 300 sampai seminggu sebelum UN di laksanakan, tetapi ada salah satu teman ku yang selalu mencairkan suasana yaitu Rangga, setiap hari dia lah yang datang paling pagi daripada yang lainnya, kebiasaannya adalah dating pagi-pagi, kemudian menyalakan computer dan memular music hiphop, sehingga setiap penghuni kelas yang baru datang akan bersemangat dan memulai hari dengan keceriaan.
                Segalanya telah kami lewati dengan keceriaan, kegembiraan, walau terkadang sedikit gesekan teman-teman ku menghiasi atmosfer kelas kami tapi kesolidaritasan kami sangatlah tinggi. Jadi kami selalu berfikir dewasa dan tidak pernah memperpanjang masalah.
                Hari Ujian pun telah di mulai dan semuanya sangat antusias dengan hari itu. Setiap aku bertanya pada mereka “apakah sudah belajar? “ mereka semua menjawab dengan kompak yaitu itu “tidak sama sekali” , dan aku pun sama seperti mereka. Malam sebelum ujian dimulai aku dan kawan-kawan ku hanya bermain permainan di laptop, sama sekali jauh dari kata belajar. Namun hanya dengan bermain aku dan kawan-kawan ku bias berfikir lebih jernih dari biasa, apalagi jika harus berhadapan dengan ujian yang setiap siswa tunggu dan sangat membebani seluruh siswa di seluruh Indonesia. Tujuh hari kami menjalankan ujian nasional dan semuanya berbuah manis. Aku dan teman-teman ku masuk daftar sepuluh bersar nilai ujian terbaik di sekolahku, padahal kami tidaklah belajar sama sekali.

Kemenangan Pertama



Kemenangan Pertama
                Aku mulai menyukai olahraga basket sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, dan sejak itu juga aku barupertama kalinya menekuni sesuatu secara berlebihan. Aku dan temen-teman ku berlatih setiap selasa dan minggu, kadang kami pun bermain pas waktu istirahat sekolah kami. Waktu itu aku masih kelas 1 jadi lapangan sekolah di dominasi oleh senior ku, mereka sangatlah ramah, sehingga aku sering sekali di ajak bermain bersama oleh mereka.
                Kenaikan kelas pun tiba, dan aku telah lolos seleksi dari pelatih sekolah ku. Senior kelas 3 ku pun sudah lulus dan itu berarti peluang untuk masuk tim utama telah terbuka lebar. Aku dan teman-teman tim ku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk memulai debut pertama kami melawan sekolah-sekolah hebat di kota ku.
                Aku dan teman teman ku berlatih dengan tekun, tidak ada hari tanpa memainkan bola, mesukan bola ke dalam ring, dan kaki pun tidak pernah lelah untuk berlari mengerjar bola. Dengan semua kerja keras aku dan teman-teman ku, 4 slot tim utama pun telah kami rebut, sisanya telah terisikan oleh senior tingkat akhir.
                Seminggu setelah itu, aku dan teman-teman ku mendapatkan kesempatan pertama untuk mencicipi pertandingan persahabatan di musim pertama semester. Aku sempat pesimis dan gerogi untuk melawannya, sebab lawan kami adalah sekolah dengan predikat peringkat tiga di kabupaten Bekasi. Mereka memiliki postur tubuh yang hampir di atas rata-rata anak SMP, dan mereka semua adalah siswa kelas dua di sekolahnya. 
                Pertandingan pun di mulai. Aku, ketiga teman ku dan 1 orang senior ku memulainya dengan penuh semangat walaupun kami tahu tidak akan mudah untuk melawan mereka. Tidak akan ada ampun, kami akan habis-habisan melawannya walaupun hanya pertandingan persahabatan, karena ini adalah debut pertama ku dan teman-teman ku. Quarter pertama pun selesai dengan skor 4-15 dengan kekalahan dari tim ku, waktu istirahat dua menit pun dating, dan pelatih kami tahu kalau kami sangat gerogi dan bermain tidak tenang. Untuk itu pelatih mengganti kami dengan para senior agar aku dan teman-teman ku dapat memahami situasi dan cara bermain di lapangan, apa yang harus di lakukan dan apa yang tidak boleh di lakukan sampai quarter kedua habis. Dan akhirnya kami pun mengerti akan sebuah ketenangan dalam sebuah pertandingan, tidak perduli lawan kita kuat atau lemah, yang di perlukan adalah mental dari sebuah tim dari masing-masing individu.
                Quarter ketiga dan keempat adalah pertandingan ku dan teman teman ku, skor diawal quarter ketiga adalah 35-30 untuk keunggulan kami, setelah peluit pertandingan di mulai, kami langsung keluar menyerang dengan semangat, kami mempertaruhkan semua yang telah kami latih, semua perjuangan yang telah kami rangkai sampai kami masuk kedalam tim utama sekolah.
                Pertandingan sangatlah berbeda sejak kami memulai pertandingan, permainan dalam tempo cepat telah dimulai sejak awal babak ini, selisih lima poin kami  tidak berubah sedikit pun, sampai akhir babak ketiga skor 47-42, pertahanan kami sangatlah kokoh di bawah ring karena senior kami, kami tidak di gantikan oleh pelatih itu berarti pelatih telah mempercayai kami dengan sepenuhnya. Babak keempat pun di mulai dan kami sangat percaya diri dengan kondisi dan semangat yang tidak berkurang sedikit pun, pertahanan dan penyerangan kami yang lebih kuat dari sebelumnya, keyakinan dan optimis akan kemenangan telah tertanam dalam mental tim, sampai akhir pertandingan kami menang dengan skor yang tidak jauh berbeda yaitu 67-60.